Departemen Pekerjaan Umum

September 23, 2008 - Leave a Response

P E N G U M U M A N
Nomor : KP.01.03.Mn/594

PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

TINGKAT PASCA SARJANA (S2), SARJANA (S1) UNTUK GOLONGAN III
TAHUN ANGGARAN 2008

Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia membuka kesempatan kepada para Pasca Sarjana dan Sarjana bagi yang Berwarga Negara Indonesia baik pria maupun wanita, sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang akan ditempatkan baik di Pusat maupun di Daerah dengan ketentuan:

I. JUMLAH YANG DIBUTUHKAN: 265 Orang

Pasca Sarjana (S2), Sejumlah :

30

Orang

1

S.2 Teknik Sipil (Jalan & Jembatan, Pengairan, Konstruksi, Transportasi)

20

Orang

2

S.2 Planologi/Perencanaan Wilayah Kota/Studi Pembangunan

5

Orang

3

S.2 Teknik Lingkungan

4

Orang

4

S.2 Kimia/Farmasi

1

Orang

Sarjana (S1), Sejumlah :

235

Orang

1

S.1 Teknik Sipil (Jalan & Jembatan, Pengairan, Konstruksi, Transportasi)

55

Orang

2

S.1 Teknik Arsitektur

14

Orang

3

S.1 Planologi/Perencanaan Wilayah Kota/Desa

15

Orang

4

S.1 Teknik Lingkungan

15

Orang

5

S.1 Pertanian (Agronomi, Teknik Pertanian, Teknologi Pangan, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian)

12

Orang

6

S.1 Geologi

5

Orang

7

S.1 Geografi /Geohidrologi/Hidrologi

4

Orang

8

S.1 Geodesi

10

Orang

9

S.1 Teknik Industri/Manajemen Industri

2

Orang

10

S.1 Teknik Mesin (Otomotif dan Industri)

4

Orang

11

S.1 Kimia

3

Orang

12

S.1 Teknik Fisika/Fisika Instrumen

2

Orang

13

S.1 Informatika/Telekomunikasi (Teknik/Manajemen/Sistem Informatika, Teknik/Ilmu Komputer, Telekomunikasi)

20

Orang

14

S.1 Ekonomi (Akuntansi, Manajemen, Ekonomi/Studi Pembangunan)

23

Orang

15

S.1 Hukum (Hukum Perdata/Tata Negara)

15

Orang

16

S.1 Sosial (Hubungan Internasional, Adm. Negara, Adm. Publik, Sosiologi, Antropologi)

20

Orang

17

S.1 Komunikasi/Publisistik (Humas, Komunikasi Publik/Massa, Publisistik, Jurnalistik)

10

Orang

18

S.1 Perpustakaan

2

Orang

19

S.1 Pendidikan (Pendidikan Teknik Sipil/Teknologi Pendidikan/Manajemen Pendidikan)

4

Orang

II. PERSYARATAN UMUM:

  1. Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani.

  2. Tidak sedang terikat perjanjian / kontrak kerja dengan instansi pemerintah / swasta lain.

  3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS / PNS / Anggota TNI / Polri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.

  4. Tidak berkedudukan sebagai CPNS / PNS / Calon Anggota TNI / Polri serta Anggota TNI / Polri.

  5. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia.

  6. Minimal mengerti / mengetahui penggunaan dasar komputer (microsoft office) dan internet (browsing & surat elektronik)

III. PERSYARATAN KHUSUS BAGI PELAMAR UMUM

  1. Berijazah Pasca Sarjana (S2) dan atau Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi Negeri / Perguruan Tinggi Swasta yang telah mendapat akreditasi (minimal B) atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional, dengan persyaratan Indeks Prestasi Komulatif (IPK): untuk S1 minimal 2,75 (dua koma tujuh lima), dan S2 minimal 3,25 (tiga koma dua lima). Bagi pelamar berpendidikan S2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S1.

  2. Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

  3. Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil test kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku. Hasil Tes yang diperbolehkan adalah sebagai berikut:

    • EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA450 untuk S1 dan 475 untuk S2; dengan nilai minimal:

    • International TOEFL®IBT (Internet Based TOEFL) dengan nilai minimal 53 untuk S1, dan 64 untuk S2;

    • IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) atau oleh British Council dengan nilai minimal 4.5 untuk S1 dan 5.5 untuk S2.

  4. Ketentuan usia adalah sebagai berikut:

    • Lahir pada 1 Desember 1980 atau sesudahnya bagi S1 (usia maksimum 28 tahun pada tanggal 1 Desembar 2008).

    • Lahir pada tanggal 1 Desember 1978 atau sesudahnya bagi S2 (usia maksimum 30 tahun pada tanggal 1 Desember 2008).

IV. PERSYARATAN KHUSUS BAGI PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT) DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM:

  1. Merupakan Pegawai yang tercatat dalam Database Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Bagi pegawai yang tidak tercatat, maka secara otomatis diperhitungkan sebagai pelamar umum.

  2. Berijazah Pasca Sarjana (S2) dan atau Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta terakreditasi atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional. Bagi pelamar berpendidikan S2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S1.

  3. Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

  4. Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil tes kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku. Hasil Tes yang diperbolehkan untuk dilampirkan adalah sebagai berikut:

    • EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA450 untuk S1 dan 475 untuk S2; dengan nilai minimal:

    • International TOEFL®IBT (Internet Based TOEFL) dengan nilai minimal 53 untuk S1, dan 64 untuk S2;

    • IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) atau oleh British Council dengan nilai minimal 4.5 untuk S1 dan 5.5 untuk S2;

    • TOEFL Prediction dari Perguruan Tinggi Negeri dengan nilai: 450 untuk S1 dan 475 untuk S2.

  5. Ketentuan usia adalah sebagai berikut:

    • Lahir pada 1 Desember 1973 atau sesudahnya (usia maksimum 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2008) baik untuk S1 dan S2.

  6. Mempunyai pengalaman bekerja/magang di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum sejak tahun 2000 atau sebelum 1 April 2007 yang dibuktikan dengan Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja/UPT yang bersangkutan dan diketahui oleh Pejabat Eselon II.a (Sekretaris Satminkal/Direktur/Kepala Biro/Kepala Pusat).

V. PENDAFTARAN :

  1. Pendaftaran Pelamar dilakukan hanya melalui website Departemen Pekerjaan Umum di http://www.pu.go.id.

  2. Bagi Pelamar yang telah melakukan pendaftaran, melengkapi data, dan secara sistem dinyatakan memenuhi syarat maka akan diberikan nomor berkas yang harus dicetak. Berkas tersebut untuk selanjutnya dikirimkan bersama persyaratan lain yang ditentukan.

  3. Periode pendaftaran secara online dibuka mulai tanggal 17 September s.d. 17 Oktober 2008.

  4. Kelengkapan Berkas dapat dikirimkan mulai tanggal 22 September 2008 dan paling lambat sudah diterima panitia tanggal 17 Oktober 2008 pukul 15.00 WIB.

  5. Kelengkapan Berkas disampaikan melalui Pos Tercatat atau jasa pengiriman yang ditujukan ke salah satu alamat di bawah ini:

    Panitia Pengadaan PNS 2008
    Departemen Pekerjaan Umum

    Gedung I Lantai II
    Ruang Sekretariat Pusat
    Jabatan Fungsional
    Bidang Pekerjaan Umum
    Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru
    Jakarta 12110

    Kotak Pos 265
    JKTM 12700

  6. Kelengkapan lamaran bagi Pelamar Umum :

    1. Hasil cetak Nomor Berkas sesuai yang diperoleh pada saat pendaftaran secara online, dibubuhi materai dan ditandatangani.

    2. Dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa:

      1. 1 (satu) lembar fotokopi ijazah S2 (berikut ijazah S1) atau S1 berikut transkrip dari Perguruan Tinggi Negeri / Swasta yang sudah dilegalisir sesuai persyaratan:

        • Universitas / Institut, oleh Rektor / Dekan / Pembantu Dekan Bidang Akademik.

        • Sekolah Tinggi, oleh Ketua / Pembantu / Ketua Bidang Akademik.

        • Ijazah yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Luar Negeri oleh Pejabat yang berwenang di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

      2. 1 (satu) lembar fotokopi yang sudah dilegalisir atau Duplikat Sertifikat Tes Kemampuan Bahasa Inggris sesuai persyaratan.

      3. 3 (tiga) lembar pas foto ukuran 3 x 4 cm (berwarna) dan nama pelamar dituliskan di bagian belakang;

      4. Fotokopi KTP yang masih berlaku.

      5. Fotokopi Akte Kelahiran.

      6. Surat Pernyataan bahwa yang bersangkutan bersedia ditempatkan di seluruh daerah di Indonesia.

      7. Surat Pernyataan bersedia membayar ganti rugi pengunduran diri (bagi yang diterima dan mengundurkan diri) sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) bermaterai Rp. 6.000,- sesuai dengan contoh dalam website.

      8. Khusus PTT menyertakan Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja/UPT yang bersangkutan dan diketahui oleh Pejabat Eselon II.a (Sekretaris Satminkal/Direktur/Kepala Biro/Kepala Pusat) dan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (sesuai format terlampir).

    3. Berkas lamaran disusun rapi dalam map snelhecter dan dimasukkan dalam amplop berwarna coklat. Warna Map untuk pelamar umum: S1 (kuning), S2 (biru). Untuk Pegawai Tidak Tetap : S1 (merah), S2 (coklat).

    4. Tempelkan informasi pelamar pada amplop yang telah disediakan oleh sistem pada saat selesai pendaftaran online.

    5. Berkas lamaran yang tidak lengkap atau terdapat perbedaan data antara database pelamar dengan berkas yang disampaikan akan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

VI. TAHAPAN DAN JADWAL SELEKSI

Seleksi dilakukan dengan sistem gugur sebagai berikut:

  1. Seleksi Administratif dengan melihat pemenuhan persyaratan di atas, dan yang tidak memenuhi persyaratan akan gugur.

  2. Bagi pelamar yang lulus Seleksi Administrasi diharuskan untuk mengambil Tanda Peserta Tes pada waktu dan lokasi yang akan ditentukan.

  3. Tanda Peserta Seleksi Ujian Tertulis diambil sendiri oleh calon peserta (tidak dapat diwakilkan) dengan membawa dokumen asli berupa: ijazah, TOEFL, transkrip nilai, dan akte kelahiran untuk diperlihatkan kepada panitia.

  4. Ujian tertulis meliputi Tes Pengetahuan Umum (TPU) yang terdiri dari: Pengetahuan Ke-PU-an, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris (Khusus bagi PTT), Pancasila, Tata Negara, Sejarah dan Kebijakan Pemerintah. Tes Bakat Skolastik (TBS), Tes Skala Kematangan (TSK), dan Pengetahuan Khusus/Substansi pada tanggal 1 November 2008.

VII. TEMPAT DAN PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

  1. Hanya mereka yang dinyatakan lulus seleksi administratif yang akan dipanggil untuk mengikuti ujian tulis.

  2. Pemanggilan peserta yang dinyatakan lulus administratif akan diumumkan melalui website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.

  3. Penyelenggaraan tes akan dilaksanakan secara terpusat di Jakarta dan akan ditentukan kemudian.

  4. Hasil Ujian tulis akan diumumkan melalui website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.

VIII. LAIN–LAIN

  1. Seleksi masuk Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Pekerjaan Umum tidak dipungut biaya.

  2. Departemen PU tidak bertanggungjawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum–oknum yang mengatasnamakan Departemen Pekerjaan Umum atau Panitia sehingga peserta diharapkan tidak melayani tawaran–tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai Calon PNS.

  3. Panitia membuka jalur pelayanan telephone (hotline) bagi para pelamar pada hari dan jam kerja (17 September s.d. 17 Oktober 2008, Senin – Jumat, 09:00 – 15:00 WIB):

    Informasi Persyaratan Administratif

    Informasi Sistem Online

    0838 894 7207 (Sdri. Wenny)

    0838 894 7209 (Sdr. Sam)

    0838 894 7208 (Sdri. Dewi)

  4. Lamaran tanpa nomor berkas lamaran dianggap tidak berlaku dan tidak akan diperiksa oleh panitia. Panitia hanya memeriksa 1 (satu) berkas lamaran untuk 1 (satu) Nomor Berkas.

  5. Surat Keterangan Kelulusan / Ijazah sementara dapat diterima, dengan syarat Pelamar dapat menyertakan Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Universitas yang menyatakan bahwa pihak Universitas sudah dapat mengeluarkan ijazah asli yang bersangkutan pada saat yang bersangkutan mengambil Nomor Peserta Ujian. Bagi Pelamar yang tidak dapat menunjukkan Ijazah asli, maka yang bersangkutan tidak dapat mengambil Nomor Peserta Ujian.

  6. Bagi Pelamar lulusan luar negeri yang memiliki transkrip nilai tidak berskala 4,0 harap melampirkan konversi transkrip nilai dengan skala 4,0 yang disahkan oleh Ditjen Dikti Depdiknas.

  7. Berkas lamaran yang diterima panitia menjadi milik panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh pelamar.

  8. Hal–hal lain yang berkaitan dengan pengadaan dan seleksi PNS Departemen Pekerjaan Umum Tahun 2008 dapat dilihat pada website Departemen PU (http://www.pu.go.id) dan para pelamar disarankan untuk terus memonitor perkembangannya.

Jakarta, 15 September 2008

A.N MENTERI PEKERJAAN UMUM
Sekretaris Jenderal
Departemen Pekerjaan Umum

IR. AGOES WIDJANARKO, MIP
NIP. 110023320

sumber http://www.pu.go.id

DETIK DETIK ROSULULLOH SAKRATUL MAUT

Agustus 30, 2008 - Leave a Response

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat
kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan
mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai
umatku,
kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. maka taati dan
bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al
Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku  dan kelak
orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama
aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh
menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan
berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.Ustman
menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat
itu telah datang, saatnya sudah tiba.
“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat
kala
itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap
menangkap
Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan
detik-detik
berlalu, kalau bisa. Matahari kian  tinggi, tapi pintu Rasulullah masih
tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan
keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas
tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar  seorang yang berseru
mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah
yang
membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani
ayahnya
yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, Siapakah itu
wahai anakku?” “Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku
melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu
dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah
hendak
di kenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,
dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.  Dialah malaikatul maut,”
kata
Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang
menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut
menyertai.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril,
jelaskan
apa hakku nanti dihadapan Allah? “Tanya Rasululllah dengan suara yang
amat
lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti
ruhmu.
Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,”kata jibril. Tapi itu
ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini? “Tanya Jibril lagi.”Kabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” kata
Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa  sakit sakaratul maut ini.”
Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam,  Ali  yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril? “Tanya
Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. ” Siapakah yang tega,
melihat
kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar
Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah,
dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,
jangan
pada umatku. ” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak
bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali
segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat
aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling
berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii,  ummatii, ummatiii?” – “Umatku,umatku, umatku” Dan, pupuslah
kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta
sepertinya?
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wasalim ‘alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-2 muslim
lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya,
seperti
Allah dan Rasulnya mencinta kita.
Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.

dikutip dari email seorang teman

Siti Latifah A.

8 Langkah Jitu Menghindari Spam

Agustus 30, 2008 - Leave a Response
  1. Gunakan produk keamanan e-mail. Gunakan produk yang mampu melindungi jaringan dari spam dan virus namun di saat yang sama masih memungkinkan e-mail yang sah untuk lewat. Norton 360 versi 2.0 adalah yang terbaru dari Symantec untuk solusi keamanan all-in-one.
  2. Gunakan filter spam. Setelah menerapkan piranti lunak keamanan, aturlah filter yang dibutuhkan. Cara mudah untuk memulanya adalah dengan memfilter alamat tujuan e-mail masuk (kolom To:). Biasanya spam dikirimkan tidak ke alamat Anda secara personal, sehingga Anda bisa memfilter semua e-mail yang tidak ditujukan pada alamat Anda. Selanjutnya, jika ada e-mail sah yang terfilter, atur kembali filter agar meloloskan alamat-alamat tertentu.
  3. Pelajari cara e-mail yang aman. Curigai e-mail yang masuk, jangan isi form dalam e-mail yang meminta detil informasi pribadi atau keuangan atau password. Ingatlah bahwa perusahaan tidak akan pernah menanyakan informasi semacam itu melalui e-mail.
  4. Abaikan Spam. Jangan menjawab e-mail spam yang masuk, ini hanya akan memancing lebih banyak spam. Begitu juga dengan mengklik link dalam e-mail spam, termasuk yang menjanjikan akan menghapus Anda dari daftar pengiriman e-mailnya. Hapus e-mail yang mencurigakan tanpa membacanya.
  5. Hati-hati dengan trik baru. Banyak trik-trik rekayasa sosial yang kerap membuat pengguna terjebak, apakah dengan tipuan atau dengan upaya membuai pengguna.
  6. Gunakan beberapa alamat e-mail. Satu untuk penggunaan pribadi yang hanya diketahui keluarga, teman dan rekan sejawat. Alamat lainnya digunakan untuk milis. Dan satu lagi untuk pertanyaan atau pemesanan online.
  7. Hati-hati menabur alamat e-mail Anda. Jangan sampai e-mail Anda diketahui pihak lain hanya karena Anda menyebarkan alamat e-mail itu di situs yang bisa dilihat oleh masyarakat umum.
  8. Jangan memforward. Suka memforward e-mail berantai, lelucon atau macam-macam jenis e-mail lainnya? Menurut Ronnie hal itu sebaiknya tidak dilakukan karena mengganggu dan bisa menghambat lalu-lintas e-mail dan jaringan Anda. Anggap e-mail semacam itu sebagai spam.

Sumber: www.detikinet.com

Ketahuilah Oleh mu

Agustus 30, 2008 - Satu Tanggapan

§ Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..

Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

§ Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih.

Allah SWT sudah menghitung air matamu.

§ Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja.

Allah SWT sedang menunggu bersamamu.

§ Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan hingga tidak tahu hendak berbuat apa lagi..

Allah SWT sudah punya jawabannya.

§ Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan.

Allah SWT dapat menenangkanmu.

§ Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelpon.

Allah SWT selalu berada disampingmu.

§ Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang..

Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya dan Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.

§ Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas.

Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu dan Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu.

§ Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan.

Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum.

§ Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan.

Allah SWT sedang berbisik kepadamu.

§ Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur.

Allah SWT telah memberkahimu.

§ Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.

Allah SWT telah tersenyum padamu.

§ Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi.

Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

§ Ingat dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap.

Allah SWT tahu.

Kepala Sekolah : Sutradara Sekaligus Aktor Lingkungan Sekolah

Agustus 30, 2008 - Satu Tanggapan

Pendidikan

Kadang masyarakat awam, khususnya para orang tua yang menyekolahkan anak – anaknya, beranggapan bahwa kata ‘pendidikan’ hanyalah terpaku pada pengajaran mata pelajaran yang tiap harinya diterima para murid di sekolah. Mereka seolah dengan menyekolahkan anaknya, beranggapan kalau mereka telah memberikan pendidikan kepada anaknya.

Sebenarnya anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Memang pengajaran mata pelajaran yang diterima oleh para murid adalah salah satu definisi dari pendidikan. Namun, apakah kata pendidikan hanya sebatas itu saja? Tentu saja tidak. Makna pendidikan jauh lebih luas daripada hanya sekedar memberi ilmu tentang pelajaran – pelajaran sekolah. Arti pendidikan yang sebenarnya, di samping memberikan pelajaran juga mendidik akhlak yang baik kepada orang lain. Dan definisi yang kedua inilah yang jauh lebih sulit diaplikasikan jika dibandingkan definisi yang pertama tadi. Sebab, pendidikan tentang akhlak yang baik membutuhkan contoh seorang figur yang baik pula. Bayangkan jika seorang guru yang seharusnya memberikan contoh akhlak yang baik kepada para muridnya, justru bertingkah laku buruk entah di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Bisa dibayangkan akan seperti apa tingkah laku para siswa-siswinya?

Berbicara tentang pendidikan dalam koridor lingkungan sekolah, maka siapakah orang yang paling bertanggungjawab atas kelangsungan pendidikan itu? Jika kita merunut jawaban secara global, maka tiap instansi dan individu di dalam ligkungan sekolah itu bertanggungjawab atas pendidikan di sekolah tersebut. Namun jika kita harus menyebut sebuah nama, pihak yang paling bertanggungjawab atas kelangsungan pendidikan di lingkungan sekolah, maka orang itu adalah Kepala Sekolah.

Bagaimana seorang kepala sekolah selaku pemimpin sebuah sekolah berperilaku akan sangat terpantau oleh guru – guru maupun murid – murid yang ia bawahi. Oleh sebab itu, seorang kepala sekolah tak hanya bisa mengajar pelajaran di kelas-kelas, namun yang lebih penting lagi, ia harus bisa menjaga sikapnya baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pendidikan

Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Berkembangnya semangat kerja, kerja sama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan, suasana kerja yang menyenangkan dan perkembangan mutu professional di antara para guru banyak ditentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah.

Sebagai pemimpin pendidikan kepala sekolah harus mampu menolong stafnya untuk memahami tujuan bersama yang akan dicapai. Ia harus memberi kesempatan kepada staf untuk saling bertukar pendapat dan gagasan sebelum menetapkan tujuan.

Di samping itu kepala sekolah juga harus mampu membangkitkan semangat kerja yang tinggi. Ia harus mampu menciptakan suasana kerja yang tinggi. Ia harus mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, aman dan penuh semangat. Ia juga harus mampu mengembangkan staf untuk bertumbuh dalam kepemimpinannya. Ini berarti ia harus mampu membagi wewenang dalam pengambilan keputusan, sebab banyaklah tanggung jawab yang harus dilaksanakan kepala sekolah.

Agar tugas-tugas ini berhasil baik ia perlu memperlengkapi diri baik dengan perlengkapan pribadi maupun perlengkapan profesi. Ia harus memahami masalah kepemimpinan dan prinsip-prinsip kepemimpinan. Adapun prinsip – prinsip kepemimpinan yang dimaksud adalah :

1. Prinsip Demoktratis

Dalam menjalankan kepemimpinannya, kepala sekolah hendaknya bersikap dan bertindak demokratis, mengutamakan musyawarah untuk mufakat, meskipun suatu saat dia dapat pula menjalankan kepemimpinan situasional (dasar sikap dan tindakan kepemimpinan yang berdasarkan situasi).

2. Prinsip Kekeluargaan

Sebagai pemimpin, kepala sekolah perlu menciptakan dan membina situasi hubungan sosial yang karab dan harmonis di dalam lingkungan kerjanya, yang didasari oleh semangat kekeluargaan.

3. Prinsip Kesederhanaan

Dalam menjalankan kepemimpinan pendidikan, kepala sekolah perlu memberikan keteladanan sikap dan tingkah laku yang menunjukkan kesederhanaan dan kemandirian kepada guru-guru agar sikap dan tingkah lakunya yang demikian itu mengimbas/menular kepada para siswa. Kedua sikap tersebut juga perlu ia tunjukkan dalam pengelolaan sumber daya yang terbatas baik kuantitasnya, sehingga akan dapat membantu mengatasi keterbatasan kemampuan sekolah yang dipimpinnya.

Kepala Sekolah dan Fungsinya

Atas tanggung jawab yang begitu besar itu pulalah yang menjadikan seorang Kepala Sekolah harus bisa mengatur sedemikian rupa sebuah lingkungan sekolah dengan baik layaknya seorang sutradara film. Di samping itu, seorang Kepala Sekolah juga harus mampu untuk menjalankan perannya sendiri sebagai seorang guru dan pendidik layaknya seorang aktor.

Seorang kepala sekolah menduduki jabatannya karena ditetapkan dan diangkat oleh atasan (Kepala Kantor Departemen Pendidikan Nasional atau yayasan). Tetapi untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar ia perlu diterima dengan tulus ikhlas oleh guru–guru yang dipimpinnya. Dengan kata lain ia diakui kemampuan serta kepemimpinannya oleh guru–guru.

Kedudukan kepala sekolah adalah kedudukan yang cukup sulit. Pada satu pihak ia adalah orang atasan karena diangkat oleh atasan. Tetapi di lain pihak ia adalah wakil guru-guru atau stafnya. Ia adalah suara dan keinginan guru-guru. Sebagai seorang atasan, ia mempunyai tanggung jawab sebagai tangan kanan atasan untuk membina sekolah, guru-guru serta anggota staf yang lain. Dan sebagai wakil guru-guru ia harus mampu menerjemahkan aspirasi-aspirasi dan keinginan-keinginan mereka. Jadi dapat kita simpulkan bahwa kedudukan kepala sekolah adalah “kedudukan tengah” antara atasan dan staf. Dalam kedudukannya yang demikian itu, kepala sekolah mengemban tugas pokoknya yaitu membina atau mengembangkan sekolahnya secara terus-menerus sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman.

Di dalam usaha meningkatkan mutu sekolahnya, seorang kepala sekolah dapat memperbaiki dan mengembangkan fasilitas sekolah; misalnya gedung, perlengkapan / peralatan, keuangan, sistem pencatatan / pendataan, kesejahteraan dll yang semuanya ini tercakup dalam bidang administrasi pendidikan. Dalam hal yang demikian ini maka kepala sekolah berfungsi sebagai administrator pendidikan.

Usaha peningkatan mutu dapat pula dilakukan dengan cara meningkatkan mutu guru-guru dan seluruh staf sekolah, misalnya melalui rapat-rapat, diskusi, seminar, observasi kelas, penataran, perpustakaan, dsb. Kegiatan-kegiatan yang demikian ini dapat digolongkan pada kegiatan supervisi. Oleh karena itu, dalam hal ini dapatlah dikatakan bahwa fungsi kepala sekolah adalah sebagai supervisor (penyelia) pendidikan.

Peningkatan dalam bidang adminstrasi dan supervisi saja belum merupakan jaminan akan keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Ada faktor lain yang tidak kalah penting yaitu masalah kepemimpinan.

Peningkatan mutu hanya dapat berjalan dengan baik apabila guru-guru bersikap terbuka (open mindedness), kreatif dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Semua hanya dapat terjadi apabila mereka berada dalam suatu suasana kerja yang menyenangkan, aman dan menantang.

Suasana yang demikian ditentukan oleh bentuk dan sifat kepemimpinan yang dilakukan kepala sekolah. Oleh karena itu kepala sekolah harus terus-menerus berusaha mengembangkan diri agar kepemimpinannya terus berkembang pula. Hal ini merupakan kewajiban yang penting sekali karena fungsinya sebagai pemimpin pendidikan (educational leader.).

Kepala Sekolah Sebagai Peningkat Kinerja Guru

Performance yang diterjemahkan menjadi kinerja, juga berarti prestasi kerja, pelaksanaan atau hasil kerja atau unjuk kerja atau penampilan kerja. Menurut Sedarmayanti (2001) kinerja adalah hasil atau keluaran dari suatu proses. Menurut Prawirosentono (1999), performance (kinerja) adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.

Jadi bisa disimpulkan, jika kita melihat dalam hal pendidikan, kinerja guru yang dimaksud di sini adalah bagaimana guru tersebut mampu untuk mendidik para siswa-siswinya menjadi orang yang berhasil, baik dalam hal pendidikan, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Sedangkan tugas Kepala Sekolah di sini adalah untuk meningkatkan kinerja para guru tadi sehingga mampu untuk mendidik para siswa – siswanya dan menyampaikan pelajaran serta berakhlak yang mulia, sehingga para guru akan bisa menjadi contoh yang baik bagi para siswanya.

Kesimpulan

Hampir tak ada seorang kepala sekolah pun yang menyangkal bahwa jabatan yang ia emban itu sulit. Tak berlebihan memang jika seorang kepala sekolah merasa berat memangku jabatannya, terlebih lagi setelah kita melihat apa tanggung jawab dan tugas – tugas dari seorang kepala sekolah. Namun, kepala sekolah dengan tingkat kewenangan yang dimiliki, sangat dominan dalam upaya meningkatkan kinerja dan kualitas guru menjadi seorang pengajar dan pendidik yang profesional. Ia pun sangat berpeluang untuk mengharumkan nama sekolah yang dipimpinnya dengan inovasi-inovasi yang ia ciptakan untuk memajukan lingkungan sekolah. Selain dapat mengharumkan namanya sendiri tentunya.

Pun tak berlebihan jika kita menyebut seorang kepala sekolah sebagai sutradara sekaligus aktor dalam sebuah lingkungan sekolah. Sutradara, karena ia harus pintar – pintar mengatur para guru dan staf serta murid-muridnya dengan peraturan dan keputusan – keputusan yang ia ambil. Selain itu, ia adalah orang pertama yang bertanggungjawab atas keberhasilan jalannya roda pendidikan di sebuah sekolah. Ia pun langsung bertanggungjawab kepada atasannya (Kepala Kantor Pendidikan Nasional atau Yayasan) layaknya seorang sutradara yang bertanggungjawab kepada sang produser. Aktor, sebab selain ia membuat peraturan-peraturan dalam sekolahnya, ia pun harus bisa mengaplikasikan dan mematuhinya sendiri. ia pun juga seorang guru yang harus berkewajiban mendidik para murid dan juga anak-anaknya.

Namun, seberat apapun tugas dan tanggung jawab jabatan seorang kepala sekolah, jabatan itu tetaplah sebuah jabatan yang mulia. Jabatan yang mungkin hampir tiap guru mengidam-idamkannya. (Oleh : Pank)

Doa Sebelum Ramadhan

Agustus 29, 2008 - Leave a Response

Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada) * Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri; * Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat. Oleh karena itu SAYA atas nama pribadi dan keluarga TERLEBIH DAHULU MEMOHON MAAF jika saya ada berbuat kesalahan bagi yang saya kenal ataupun tidak, baik yang tidak di sengaja mahupun yang di sengaja. Amin ya Rabbal Alamin..

MODUL PERAKITAN PC (PERSONAL COMPUTER)

Agustus 29, 2008 - 7 Tanggapan

Tujuan :

1. Dapat menyebutkan komponen penyusun sistem komputer

2. Dapat mendeskripsikan mekanisme dan fungsi kerja dari masing-masing komponen dan penysyn sistem komputer.

3. Mampu memasang, merakit, dan mengkoneksikan bagian/ komponen-komponen tersebut dalam suatu sistem yang terintegrasi.

4. Dapat menjelaskan deteksi kesalahan dalam merakit komputer dan pemecahannya.

Perlengkapan / Peralatan :

1. Mainboard / Motherboard

2. Processor

3. Heatsink + Kipas Pendingin

4. VGA Card (Kartu VGA)

5. Sound Card (Kartu Suara) jika ada

6. HDD (Hard Disk Drive)

7. FDD (Floppy Disk Drive)

8. CD ROM/RW atau DVD ROM/RW

9. Monitor

10. Keyboard

11. Mouse

12. Speaker Aktif

13. Kabel power (monitor + CPU)

14. Kabel IDE

15. Kabel FDD

16. Cassing + Power Supply

17. Tang

18. Obeng

Langkah Kerja :

1. Menyiapkan dan Mengamati Mainbord / Motherboard

a. Siapkan Motherboard dan amati bagian-bagiannya dengan seksama. Apabila perlu gambar posisi komponen yang ada padanya agar lebih paham.

Gambar 1 Motherboard Gigabyte GA-8S661FXM-775

b. Setelah itu buka pengunci socket processor.

Gambar 2 Socket processor yang terbuka

2. Ambil Processor

a. Perhatikan bahwa processor mempunyai tanda pada salah satu sudutnya, dalam hal ini biasaya ditandai dengan lekukan, lubang atau anak panah.

Gambar 3.a Processor tampak dari atas
Gambar 3.b Processor tampak dari bawah

b. Cocokkan tanda tersebut dengan tanda yang ada pada socket processor.

c. Jika anda melakukan hal tersebut di atas dengan tepat, maka processor akan dapat dimasukkan ke socketnya dengan baik dan benar (Jika processor belum terpasang dengan benar JANGAN DIPAKSA ATAU DITEKAN).

d. Kunci kembali socket tersebut dengan cara menekan tuas kebawah dan mengaitkan pada pengunci yang ada.

Gambar 4 Processor tampak dari atas setelah dikunci

3. Memasang Kipas Pendingin

a. Heatsink dan kipas angin biasanya sudah dirangkai menjadi satu, sehingga anda tinggal memasangnya.

b. Sebelum memasang, perhatikan posisi kabel daya untuk kipas dengan lokasi connector dayanya. Cari jarak terpendek agar kabel daya itu tidak bersinggungan dengan kipas.

Gambar 5 Hasil pemasangan pendingin dan kipas processor

c. Dalam contoh heatsink Pentium 4 kali ini bentuk pendinginnya adalah bulat dan terdapat 4 buah pengunci pada 4 titik disekeliling pendingin.

d. Pasanglah heatsink tersebut dengan cara meletakkannya tepat di atas processor dan sesuaikan dudukan pendingin pada motherboard yang ada.

e. Kunci 4 titik pada pendingin tersebut dengan cara tekan dan putar searah dengan jarum jam menggunakan obeng plus (+).

  1. Memasang Memory

a. Untuk memasang memory, maka bukalah pengunci slot memory di kedua sisinya pada motherboard.

b. Perhatihkan bahwa setiap keping memori memiliki celah pada sisi bawahnya. Pada praktek kali ini kita menggunakan double data rate random access memory (DDRAM). Ada jenis RAM yang lain, tetapi saat ini susah ditemukan di pasaran dalam keadaan baru yang disebut dengan syncronous dynamic random access memory (SDRAM).

c. Cocokkan celah ini dengan slot memori. Jika saudara memaksakan memasang memory dengan arah yang salah, maka dapat merusakkan memory atau bahkan motherboardnya.

Gambar 6 Pemasangan DDRAM

d. Tekan keping memori pada kedua sisinya sehingga terdengar bunyi “klik”, dan penguncinya akan menutup dengan sendirinya.

Gambar 7 Hasil Akhir Pemasangan DDRAM

  1. Menyiapkan Casing

a. Siapkan casing yang akan digunakan.

b. Letakkan di atas meja atau tempat lain yang dianggap aman.

c. Lepas sekrup yang ada pada bagian belakang, kemudian buka panel sampingnya dengan hati-hati, seperti pada gambar berikut ini.

Gambar 8 Membuka cassing

d. Cocokkan posisi motherboard dengan dudukan yang ada pada casing.

e. Pastikan kaki-kaki tersebut akan mendukung motherboard anda di bagian yang membutuhkan tekanan kuat, seperti socket processor atau slot memory. Jangan lupa setiap dudukan motherboard yang ada lubang bautnya harus dikasih sekrup/baut, agar kedudukannya kuat (tidak goyah).

  1. Memasang Motherboard.

a. Siapkan sekrup-sekrup yang digunakan dan obeng, kemudian pasang motherboard anda dengan benar pada dudukan yang tersedia.

Gambar 9 Memasang motherboard pada cassing

b. Kuatkan (putar searah dengan jarum jam) semua sekrup yang digunakan untuk motherboard tersebut dengan baik dan benar.

  1. Menyiapkan Harddisk

a. Ambil harddisk anda, dan perhatikan bagian jumpernya. Pada jumper akan terdapat pilihan Master, Slave atau Cable Select. Informasi ini dapat ditemukan pada permukaan harddisk.(biasanya sudah terpasang dalam posisi master)

b. Pasang jumper pada posisi sesuai dengan yang diinginkan. Jika perlu siapkan pinset untuk mencabut dan memasang jumper pada harddisk.

  1. Memasang Harddisk ke Casing

a. Beberapa casing manggunakan sistem bracket yang dapat dilepas untuk memudahkan dalam pemasangan harddisk dan floppy drive.

Gambar 10 Memasang harddisk pada cassing

b. Pilihlah sekrup yang sesuai, jangan sampai terlalu besar atau terlalu panjang, kemudian pasang sekrup tersebut pada dudukan harddisk dengan baik dan benar.

  1. Menghubungkan Harddisk ke Motherboard

a. Perhatikan bahwa terdapat dua tipe kabel data IDE, yaitu 40-wire dan 34-wire. Kabel 40-wire digunakan untuk harddisk, dan kabel 34-wire digunakan untuk flopy disk drive (FDD).

b. Pemasangan kabel data ini tidak boleh terbalik. Pada salah satu sisi biasanya terdapat kabel dengan warna merah yang menandakan pin nomor 1.

Gambar 11 Memasang kabel IDE pada harddisk

c. Posisi ini juga ditandai di harddisk. Normalnya posisi pin 1 pada harddisk (kabel warna merah) berada tepat di sebelah connector daya (warna merah pula).

  1. Memasang Floppy Disk Drive (FDD)

a. Memasang Floppy drive, hampir sama dengan memasang harddisk, kecuali untuk beberapa model casing yang memisahkan tempat floppy dan harddisk. Floppy drive langsung dimasukkan kedalam case dan dipasang sekrup.

Gambar 12 Memasang sekrup pada floppy drive

Gambar 13 Memasang kabel daya dan kabel data pada floppy drive

b. Beberapa tipe casing, kemungkinan perlu untuk membuka panel depannya terlebih dahulu sebelum memasang floppy disk drive.

  1. Menyiapkan CD / DVD Drive

a. Seperti halnya harddisk, CD / DVD drive juga menggunakan jumper untuk posisi Master dan Slave. Atur jumper tesebut pada posisi yang diinginkan.

b. Apabila hanya terdapat sebuah harddisk, maka jumper berada pada posisi Master.

c. Seandainya terdapat 2 buah harddisk pada satu komputer dan keduanya diaktifkan, maka 1 harddisk dijadikan Master dan harddisk satunya harus diatur pada posisi Slave.

  1. Memasang CD / DVD drive

a. Untuk memasang CD / DVD drive biasanya kita perlu melepas panel depan casing terlebih dahulu, atau tergantung juga jenis dan model casing yang digunakan.

b. Membuka penutup drive yang ada pada panel depan.

c. Pasanglah CD/DVD drive dengan benar, kemudian tutup kembali panel depan (jika menggunakan panel depan).

  1. Menghubungkan CD / DVD drive ke Motherboard

a. CD/DVD dipasang langsung kedalam casing tanpa rail dan kuatkan dengan sekrup yang tepat.

Gambar 14 Memasang sekrup pada CD/DVD drive

b. Pemasangan kabel data IDE dari CD/DVD ke motherboard sama dengan pemasangan harddisk.

Gambar 15.a Gambar 15.b

Gambar 15a Memasang kabel daya dan kabel IDE pada CD/DVD drive

Gambar 15b Menghubungkan kabel IDE CD/DVD drive dengan motherboard

c. Jangan lupa untuk selalu merapikan kabel-kabel tersebut agar tidak saling terkait dan “semrawut”. Atur lintasan dan jalur kabel dengan rapi, jika perlu ikatlah agar lebih rapi dan enak dipandang mata.

  1. Memasang Ethernet Card / LAN Card

a. Untuk memasang LAN Card, anda tidak perlu membuka kunci atau semacamnya. Yang anda lakukan adalah mencocokkan celoah slot dengan LAN Card (jangan sampai keliru dengan slot AGP/PCI).

b. Pasanglah LAN Card dengan menekan tanpa memaksa. Sampai benar-benar kencang.

Gambar 16 Memasang LAN Card pada motherboard

  1. Memasang VGA Card

a. Cari slot VGA (biasanya AGP) pada motherboard, ini adalah slot ekspansi terdekat dengan prosesor, biasanya terletak paling jauh dari belakang casing disbanding konektor PCI lainnya. Letakkan VGA Card pada slot, kemudian tekan dan kuakan dengan sekrup yang tepat.

Gambar 17 Memasang ATI Radeon 9800 pada motherboard

b. ATI Radeon 9800 (jenis VGA Card), sama seperti graphic card high end lainnya, membutuhkan koneksi terpisah dari power supply. Karena card ini menggunakan konektor hard disk 4 pint berukuran besar. Card lain mungkin membutuhkan konektor yang lebih kecil.

Gambar 18 Memasang kabel konektor pada ATI Radeon 9800

  1. Menghubungkan Kabel Connector pada Motherboard

a. Sekarang kita perlu menyambung kabel-kabel dari casing ke motherboard.

b. Kabel ini terdiri dari switch daya, indikator harddisk, indikator daya, tombol reset dan speaker, seperti tampak pada gambar berikut ini.

Gambar 19 Memasang connector ke motherboard

c. Untuk casing yang menyediakan panel depan, misalnya universal serial bus (USB), maka kabel-kabelnya juga harus dihubungkan ke motherboard agar dapat berfungsi dengan normal.

  1. Menghubungkan Kabel Daya

a. Setelah semua terpasang, maka langkah selanjutnya adalah menghubungkan kabel daya dari catu daya ke motherboard, harddisk, FDD dan CDROM.

b. Untuk motherboard Pentium 4, biasanya paling tidak ada 2 connector daya yang harus dipasang, seperti gambar berikut ini.

Gambar 20 Memasang kabel daya 1ke motherboard

Gambar 21 Memasang kabel daya 2 ke motherboard

c. Kemudian sambungkan juga kabel-kabel daya ke hardisk, floppy, dan CD/ VD. Jika casing saudara menggunakan kipas pendingin, maka hubungkan ke catu daya atau ke motherboard, sesuai dengan connector yang dimiliki.

Gambar 22 Memasang kabel daya harddisk

  1. Siapkan Komponen-Komponen Bagian Luar

a. Jika komponen bagian dalam sudah beres, maka sekarang giliran komponenkomponen bagian luar, seperti monitor, keyboard, mouse dan speaker.

Gambar 23 Socket komponen bagian luar cassing

b. Untuk komponen-komponen ini, kita tinggal menyambungkan kabel-kabelnya saja pada terminal yang telah ditentukan, misalnya keyboard, mouse, speaker dan lain-lainnya.

c. Jangan lupa untuk kabel-kabel daya, baik untuk bagian casing maupun monitor.

  1. Memeriksa Catu Daya

a. Periksalah dengan seksama untuk catu daya yang digunakan. Tegangan normalnya adalah 220 – 230 Volt. Apabila disediakan switch, maka pindahkan switch ke sumber tegangan yang sesuai.

b. Beberapa power supply dilengkapi dengan pemindahan tegangan (switch) antara 110 atau 220 Volt.

Gambar 24 connector poer supply

  1. PC Saudara Sudah Siap

a. Sekarang PC saudara sudah benar-benar siap, dan bisa di ON kan power supplynya. Jangan lupa sebelum mengONkan Power Supply tersebut untuk selalu “berdo’a” terlebih dahulu.

b. Kalau belum mau ON periksa sekali lagi pengkabelan daya (sumber tegangan) yang digunakan untuk mensupply perangkat komputer tersebut.

(Dari berbagai Sumber)